Pengaruh
Penggunaan Pendekatan Multisensori untuk Mengajar Siswa Dengan Kesulitan
Belajar
Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Pendekatan
Multi-Sensory untuk mengajar siswa dengan ketidakmampuan belajar pada prestasi siswa
kelas enam dalam matematika di sekolah umum Yordania. Untuk mencapai tujuan
penelitian ini, sebuah pre / post-test dibangun untuk mengukur prestasi siswa
dalam matematika. Tes terdiri dari dua puluh item pada matematika. Sampel
penelitian terdiri dari (117) siswa kelas enam di Sekolah Al Rasoul dan sekolah
Fatima. Sampel penelitian dibagi menjadi empat kelompok (dua kelompok
eksperimen dan dua kelompok kontrol). Kelompok eksperimen diajarkan menggunakan
pendekatan multi-sensorik sementara kelompok kontrol diajar menggunakan
pendekatan saat ini. Sampel penelitian adalah (62) siswa dalam kelompok
eksperimen dan (55) siswa pada kelompok kontrol. Analisis statistik deskriptif
digunakan untuk tes matematika pra dan pasca tes matematika untuk kelompok eksperimen
dan kontrol. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan
secara statistik dalam post-test antara kontrol dan kelompok eksperimen yang
mendukung kelompok eksperimen. Peneliti mengusulkan beberapa rekomendasi untuk
meningkatkan pentingnya keterlibatan orang tua terhadap prestasi siswa dalam
bahasa Inggris seperti melakukan penelitian lebih lanjut mengenai populasi lain
dan untuk waktu yang lebih lama.
Struktur
Teknik Multisensori dalam Pola Membaca dan Belajar-dalam Beberapa Pertimbangan
Studi
ini menyelidiki apakah program multisensori '(' M-POW'R - Program Penulisan dan
Membaca Multisensori (Muscat, program
pembelajaran membaca awal yang tidak dipublikasikan)
yang diterapkan di sekolah swasta Maltese oleh guru yang menggunakannya sebagai
strategi inklusif. Pelajaran
ini menggunakan model pembelajaran
interaktif yang diusulkan oleh Johnston (1994, 1996, 2006, 2007 dan 2009) dan mengeksplorasi sejauh
mana program literasi awal multisensori ini. Penelitian ini didukung oleh sejumlah filosofi dan
kerangka kerja, yaitu pendekatan
model sosial untuk anak
berkebutuhan khusus (Barnes & Mercer, 1997; Barton
& Oliver; 1997; Oliver, 1992; 1996), Adams
'Model of Reading (1990), Piagetian epistemologi
genetik (Schwebel & Raph, 1973), konsep perancah Vygotskian, (Steffe & Gale, 1995; Ormrod, 2007)
dan desain konsep pembelajaran universal dan
strategi inklusif (Falzon, 2010; Hegarty, 1993; Mengon & Hart, 1991; Pugach 1995; Tod, 1999; Rose & Meyer 2002;
Turnbull, Turnbull & Wehmeyer, 2010). Data dikumpulkan melalui kuesioner
yang diberikan kepada kesemuanya sembilan orang guru yang bekerja di sekolah tersebut. Guru sepakat bahwa mereka merasakan program multisensori sebagai program yang menunjang pembelajaran untuk
masing - masing dari 16 tema di kuesioner.
Hal tersebut sesuai dengan tujuan dari
program 'M-POW'R.
Pola
belajar lebih dominan bersifat teknis dan berurutan, diikuti dengan pertemuan
dan ketelitian masing-masing. Perbedaan statistik hanya ditemukan di empat tema.
Provinsi British Columbia
Mendukung Siswa dengan Kesulitan
Belajar
Panduan untuk Guru
September 2011
Apa Itu
Kesulitan Belajar?
Kesulitan
belajar adalah suatu masalah neurologis pada otak yang mempengaruhi cara
seseorang dalam mengambil, menyimpan ataupun menggunaan informasi. Kesulitan
belajar merujuk pada salah satu kondisi yang mempengaruhi kekuatan dalam
penerimaan, pengorganisasian, peneriaan, pemahaman atau penggunaan informasi
verbal atau nonverbal. Kesulitan belajar merupakan akibat dari melemahnya satu
atau beberapa proses yang berhubungan dengan perasaan, berpikir, mengingat
ataupun belajar. Seperti halnya proses berbahasa, proses fonologi, proses
pengamatan, proses kecepatan, mengingat, perhatian dan fungsi
eksekutif.(diambil oleh Kementerian Pendidikan pada tahun 2002, disesuikan dengan definisi yang diambil oleh Disabilities
Association of Canada and the BC Association of School Psychologists).
Seorang siswa dengan gangguan menulis
mungkin mengalami beberapa kesulitan berikut :
1)
Penulisan
yang tidak konsisten dan terkadang tidak terbaca; mis., mencampur huruf huruf
besar dan kecil, ukuran tidak teratur, bentuk atau kemiringan huruf
2)
Posisi
tulisan atau huruf tidak konsisten tidak sesuai garis pada halaman
3)
Kata atau kalimat yang belum selesai, beberapa huruf atau kata hilang
dan terjadi banyak
kesalahan ejaan
4)
Kesulitan motorik halus, seperti
ketidakmampuan meniru dan mengingat
pola bentuk huruf
5)
Kecepatan penulisan yang tidak
konsisten, kadang terlalu
cepat
6)
Tingkat
kemampuan menulis dan komunikasi tidak sama dengan tingkat kemampuan siswa
lainnya.
7)
Genggaman terlalu kuat ketika menulis, posisi
pergelangan tangan,badan
atau kertas yang tidak biasa
8)
Rasa sakit atau kejang otot saat menulis
9)
Berbicara kepada diri sendiri saat menulis, atau dengan hati-hati
melihat tangan saat menulis.
10) Melakukan penolakan saat diminta
menyelesaikan tugas tertulis.
Open Journal of Social Sciences, 2015,
3, 35-47
Pengembangan Tulisan Tangan Dysgraphic dan Pendidikan Inklusif: Peran
Konseling Interdisipliner
Ida M. Bosga-Bangau 1,2 , Jurjen
Bosga 3,4 , Ruud GJ Meulenbroek 4,5
Konsep pendidikan inklusi mulai diterapan di
Belanda. Hal tersebut merupakan dampak dari adanya anak berkesulitan belajar
menulis yang ada di kelas 1, 2, dan 3. Guru, terapis fisik anak-anak
dan psikolog menggunakan kombinasi menulis, pengukuran kinematik untuk
penilaian dan konseling interdisipliner untuk diagnosis dan keputusan
pengobatan untuk anak dengan kesulitan
belajar menulis.
Metode yang digunakan adalah memberikan tugas menulis loop motor yang digunakan untuk mengeksplorasi pengembangan motor non-linguistik. Hasilnya adalah assesment sangatlah penting untuk
menentukan kemampuan anak. Selain itu, juga digunakan untuk menentukan prosedur
pembelajaran yang sesuai dengan anak serta perawatan yang diperlukan oleh anak.
HANYA FAKTA (Informasi yang diberikan
oleh The International Dyslexia Association)
DYSGRAPHIA
Dysgraphia berarti
kesulitan dengan tulisan tangan. Disgraphia dapat mengganggu kemampuan seorang siswa untuk mengekspresikan gagasan. Anak dengan disgrafia kesulitan untuk menyinkronkan banyak fungsi mental
sekaligus: organisasi, memori, perhatian, keterampilan
motorik, dan berbagai aspek kemampuan bahasa.
Para ahli percaya bahwa
disgraphia melibatkan disfungsi dalam interaksi antara dua sistem otak utama yang memungkinkan seseorang untuk menerjemahkan
lisan menjadi bahasa tulisan,
yaitu suara ke symbol.
Ada
5 tipe Dysgraphia (Solusi Gangguan Tulisan-Dysgraphia,2015), yaitu :
a.
Dyslexia Dysgraphia
Siswa
dengan dyslexia dysgraphia secara
tidak langsung memiliki tulisan yang tidak terbaca, namun hasil pekerjaan
mereka yang disalin masih dapat dibaca. Siswa dengan dyslexia dysgraphia memiliki kemampuan mengeja yang buruk. Mereka
lambat dalam menulis.
b.
Motor Dysgraphia
Motor dysgraphia terjadi karena keterampilan motorik halus yang buruk,
tidak cekatan, otot yang lemah, atau kejanggalan yang tidak ditentukan. Hasil
pekerjaan menulis seringkali berantakan, tidak terbaca, baik yang telah disalin
ataupun yang asli. Perbaikan dapat dilakukan melalui usaha yang lebih keras dan
lama. Genggaman yang terlalu kuat pada alat tulis, menghasilkan tulisan yang
miring, namun ejaan tidak terganggu. Kecepatan dalam menulis juga rendah.
c.
Spatial Dysgraphia
Disgrafia
spasial terjadi karena siswa tidak mengerti tentang spasi (jarak tulisan).
Tulisan terkadang tidak terbaca baik setelah disalin atau asli, tetapi cara
memegang alat tulis dan ejaan tidak terganggu. Siswa dengan disgrafia spasial
harus berjuang keras untuk menulis dengan jarak antar kata dan tidak melewati
batas garis.
d.
Phonological Dysgraphia
Disgrafia
fonologi adalah gangguan menulis ejaan yang buruk dan berantakan. Fonem tidak
dapat dihafalkan, hal tersebut menjadi kendala terbesar bagi anak dengan
disgrafia fonologi.
e.
Lexical Dysgraphia
Karakteristik
dari disgrafia lexical adalah gangguan pada ejaan normal pada pola tertentu
yang hasilnya tidak teratur. Hal ini terjadi paling umum pada bahasa Inggris
dan Prancis, karena bahasanya kurang fonetik dibandingkan dengan bahasa lain.
Namun, bentuk disgrafia ini jarang terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar